Terapkan Program SID, Permudah Desa Gali Potensi

Dalam upaya pemetaan sosial berbasis partisipasi masyarakat, Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban menerapkan program Sistem Informasi Desa (SID). Dalam implementasinya SID menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS), sehingga data topografi dan kondisi fisik sebuah wilayah diperoleh.

“Setelah data diperoleh langkah selanjutnya akan dilakukan analisa data. Sehingga, bisa dijadikan sebuah sistem informasi untuk memotret sebuah potensi desa,” jelas fasilitator Lembaga Mitra EMCL Cluster Tuban, dari Srikandi, Ahmad Tasyhudi, usai pemaparan hasil analisa, Selasa (23/5/2017) di Balai Desa Sidodadi.

Lanjut dia, dari sistem informasi ini, desa dapat memanfaatkan alat perencanaan dalam pembangunan desa. Sebab, salah satu tujuan utamanya memberi pemahaman kepada Pemerintah Desa (Pemdes) tentang arti penting data dalam perumusan potensi lokal dan merumuskan program desa dalam dokumen RPJMDesa.

“Nantinya SID memberi pemahaman kepada Pemerintah Desa setempat tentang pemetaan sosial dan spasial,” imbuhnya lagi.

Diharapkan dengan penerapan program SID, dapat meningkatkan pemahaman pemerintah dan masyarakat tentang pembangunan desa dengan pendekatan kawasan.

Selain itu, juga memberi pemahaman kepada Pemerintah Desa dan masyarakat tentang amanah UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa terhadap kebijakan pembangunan desa. Sebab, setiap desa diwajibkan memiliki satu peta, satu data, satu perencanaan dan satu sistem penganggaran.

“Setelah peresmian Program SID, diharapkan pemerintah Desa Sidodadi memiliki SID sebagai basis perumusan perencanaan dan kebijakan pembangunan,” tandas pria kelahiran Montong, Tuban itu.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sidodadi, Ali Subhan menuturkan, pihaknya mengaku bersyukur menjadi desa penerima program SID yang digagas Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Solo dan Insist Jogjakarta yang bekerjasama dengan lembaga lokal.

“Khusus di Sidodadi kita kerja sama dengan lembaga lokal yaitu Yayasan Srikandi,” terang Kades yang juga seniman itu.

Jelas Ali, sapaan akrabnya, SID akan dimanfaatkan untuk menentukan indikator yang terkandung di desanya untuk pemetaan potensi. Dengan harapan, pos anggaran yang akan direalisasikan tepat pada sasaran.

“Dengan data yang riil tentu akan lebih mudah penentuan kebijakan desa,” terang Ali.

Pihaknya mencontohkan, dengan tingginya populasi ternak sapi, desa akan menentukan kebijakan dengan pemanfaatan limbah untuk pupuk. Dan itu semua, kata dia, bisa diketahui dari program (SID, Red) yang difasilitasi oleh perusahaan Migas EMCL itu.

Sementara, ketua BPD Sidodadi, Sujono menandaskan, setelah adanya Program SID ini, diharapkan sistem pemerintahan desa berjalan sehat. Seluruh aparatur desa, agar menjalin kerja sama dalam hal input data informasi secara detail dan sesuai fakta.

“Artinya, dari tingkatkan RT sampai Kepala Desa diharapkan tidak miss komunikasi, agar terbangun sistem yang sehat untuk menentukan kebijakan pembangunan desa dan masyarakatnya,” ucap Sujono.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan, tahap awal yang terlibat EMCL sebagai pendukung kegiatan yang difasilitasi oleh LPTP, Insist Jogjakarta kerjasama dengan lembaga lokal dan Pemdes. Keuntungan yang bisa dipetik dari SID, di antaranya basis perumusan atau perencanaan dan kebijakan pembangunan.

Dengan begitu Pemerintah Desa, masyarakat dan LSM pendamping memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat SID. Sedangkan bagi desa, selanjutnya dapat memiliki akses informasi tentang rencana kebijakan pembangunan tepat sasaran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
Ada yang bisa kami bantu